Motor Stater

Motor starter berfungsi untuk memutarkan fly wheel (poros engkol) pertama kali (Penggerak Awal) sehingga mesin dapat hidup setelah itu terjadi siklus yang akan menghasilkan tenaga.

Motor stater sebagai penggerak mula harus dapat mengatasi tahanan-tahanan motor misalnya :
– Tekanan kompresi
– Gesekan pada semua bagian yang bergerak
– Hambatan dari minyak pelumas , sewaktu masih dingin kekentalannya.

Prinsip Kerja Motor Starter Prinsip kerja motor starter adalah merubah energi listrik menjadi energi mekanik dalam bentuk gerak putar.

Konstruksi Konstruksi motor starter terdiri dari tiga bagian, yaitu :

1. Bagian yang menghasilkan putaran.

2. Mekanisme pemindah tenaga

3. Sakelar magnet (magnetic switch)

  • terdapat 3 buah terminal (terminal 30, terminal C dan terminal 50)
  • memiliki 2 kumparan ( kumparan Pull in Coil dan kumparan Hold in coil)

Komponen-komponen Motor Starter

1. Yoke & pole core Yoke dibuat dari logam yang berbentuk silinder dan berfunsi sebagai tempat pole core yang diikat dengan skrup. pole core berfungsi sebagai penompang field coil dan memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh field coil.

2. Field coil Terbuat dari lempengan tembaga dengan maksud dapaat memungkinkan mengalirnya arus listrik yang cukup kuat. Field coil berfungsi untuk dapat membangkitkan medan magnet.

3. Armature & shaft Armature terdiri dari sebatang besi yang berbentuk silindris dan diberi slot-slot, poros, komutator seta kumparan armature. Dan berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik.

4. Brush Dibuat dari tembaga lunak dan berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari field coil ke armature coil langsung ke massa melalui komutator. Umumnya starter memiliki empat buah brush, yaitu dua brush positif dan dua brush negatif.

5. Armature brake Armature brake berfungsi sebagai pengerem putaran armature setelah lepas dari perkaitan dengan roda penerus.

6. Drive lever  berfungsi untuk mendorong pinion gear ke arah posisi berkaitan dengan roda penerus (fly wheel) . Dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan roda penerus.

7. Starter Clutch Starter clutch berfungsi untuk memindahkan momen puntir dari armature saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar. Sterter clutch juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear.

8. Sakelar Magnet (selenoid/magnetic switch) Sakelar magnet digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan pinion gear ke/dari roda penerus sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui terminal utama (30 dan C).


Semoga Bermamfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s